Cara Mematikan Alarm Token Listrik Dengan Aman

Posted on

Apakah Anda sedang mencari cara mematikan alarm token listrik yang digunakan di rumah? Meskipun terdengar sepele, namun hal tersebut bisa saja menjadi penting. Pasalnya, bunyi alarm pada meteran listrik tersebut bisa saja akan menjadi gangguan, terutama ketika berbunyi di malam hari. Selain itu, bisa jadi meteran listrik yang berbunyi membuat seseorang merasa malu.

Ya, bunyi alarm pada meteran tersebut merupakan bahwa daya listrik hampir habis. Dengan adanya alarm tersebut, sebenarnya Anda bisa terbantu untuk mengetahui jika daya listrik hampir habis dan kemudian bisa langsung mengisinya. Akan tetapi, sebagaimana disinggung sebelumnya, bunyi alarm tersebut terkadang cukup mengganggu.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang cara untuk mematikan alarm token listrik yang berbunyi tersebut dengan aman. Penasaran bagaimana cara untuk melakukannya? Simak ulasan selengkapnya!

Sekilas Tentang Listrik Token

Sebelum mengetahui dan membahas tentang cara yang bisa digunakan untuk mematikan alarm pada meteran listrik token yang berbunyi, ada baiknya jika Anda mengetahui sekilas tentang listrik token terlebih dahulu. Anda tentu sudah familiar dengan istilah tersebut, bukan?

Listrik token disebut juga dengan istilah listrik prabayar. Dalam pengertian singkat, listrik prabayar merupakan sistem pembayaran listrik yang ada di awal. Artinya, pengguna nantinya harus membeli token listrik untuk mendapatkan daya listrik terlebih dahulu yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Saat ini, kebanyakan listrik baru yang dipasang adalah listrik prabayar. Hal ini sebenarnya bertujuan agar pengguna nantinya bisa melakukan kontrol sendiri pada biaya listrik yang akan digunakan.

Ada beberapa kelebihan dari penggunaan listrik token atau prabayar tersebut. Beberapa kelebihan yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pemakaian listrik untuk rumah tangga yang cenderung lebih terkendali
  • Tidak adanya sanksi denda atau pemutusan sambungan listrik dari PLN akibat keterlambatan pembayaran biaya penggunaan listrik
  • Pembelian token listrik bisa disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga tanpa adanya pencatatan meteran
  • Tidak ada batas masa aktif atau listrik tetap akan aktif selama daya listrik masih tersisa
  • Privasi cenderung lebih baik

Dengan beberapa kelebihan di atas, cukup banyak alasan yang menguatkan kenapa listrik prabayar kini cenderung lebih banyak digunakan. Hanya saja, salah satu masalah yang kerap terjadi adalah bahwa sistem pembelian token kerap bermasalah dan bisa jadi tidak akan memberikan layanan pembelian token, terutama di tengah malam.

Cara Mematikan Alarm Token Listrik Prabayar

Seperti yang dibahas sebelumnya, alarm pada token listrik prabayar tersebut akan menyala dan berbunyi ketika daya listrik yang dimiliki hampir habis. Nah, alarm yang berbunyi tersebut sebenarnya bisa dimatikan jika memang Anda merasa terganggu dengan bunyi yang cukup kencang.

Adapun cara untuk mematikan alarm token listrik prabayar tersebut adalah sebagai berikut:

  • Cek meteran listrik yang Anda gunakan untuk memastikan jika alarm pada meteran tersebut memang sudah berbunyi
  • Jika sudah, pada tombol yang tersedia di meteran tersebut masukkan kode 812
  • Kemudian, jika sudah, tekan enter
  • Jika berhasil, maka alarm token listrik prabayar tersebut nantinya akan segera berhenti
  • Selesai

Dari langkah di atas, bisa dikatakan bahwa cara mematikan alarm token listrik yang digunakan cenderung sangat mudah dan juga simple. Hanya dengan beberapa langkah sederhana saja Anda nantinya sudah bisa mematikan alarm token listrik tersebut.

Hanya saja, perlu diketahui bahwa ada perbedaan durasi alarm tersebut bisa dimatikan. Jika meteran listrik yang Anda gunakan bermerek ITRON, maka cara di atas bisa digunakan untuk mematikan alarm selama 5 hingga 10 menit. Sedangkan jika meteran Anda bermerek HEXING dan GLOMET, maka alarm bisa dimatikan selama 1 jam.

Cara Mengubah Batas Minimal Sisa Daya di Meteran Listrik Prabayar

Perlu diketahui bahwa alarm pada token listrik prabayar tersebut akan berbunyi ketika daya yang tersisa mencapai batas minimal sesuai yang diatur. Dengan mengatur batas sisa daya tersebut, tentu saja nantinya Anda bisa mengetahui berapa sisa daya yang dimiliki ketika alarm tersebut sudah berbunyi.

Dalam hal ini, terkait batas minimal sisa daya untuk token listrik prabayar, PLN menetapkan sekitar 20 kWh. Artinya, ketika nantinya daya listrik di meteran yang Anda gunakan sudah mencapai 20 kWh, maka alarm tersebut akan berbunyi. Hanya saja, 20 kWh sebenarnya masih cukup banyak dan bisa digunakan untuk beberapa hari.

Nah, oleh karenanya, Anda bisa mengubah batas minimal dari sisa daya yang ada di meteran tersebut sebelum alarm berbunyi. Tentu, Anda bisa mengubahnya dengan angka yang lebih rendah, misalnya 5 kWh atau lainnya.

Lantas, bagaimana cara mengubah batas minimal sisa daya tersebut?

Tentu, cara yang perlu dilakukan sangat mudah. Dalam hal ini, jika Anda ingin mengubah aturan sisa daya listrik tersebut menjadi 5 kWh saja, maka Anda tinggal mengetik kode 456 pada tombol tersebut diikuti dengan angka kWh yang diinginkan.

Untuk menggunakan 5 kWh sebagai batas sisa daya listrik, Anda tinggal menekan angka 4565 pada tuts tersebut. Kemudian, tekan enter. Setelah itu, pengaturan tersebut akan langsung aktif.

Dengan mengubah aturan sisa daya listrik menjadi lebih rendah, maka nantinya Anda bisa langsung memahami ketika alarm berbunyi, yaitu daya listrik hanya tinggal 5 kWh saja, Sangat mudah, bukan?

Kode Meteran Listrik Prabayar Lainnya

Selain beberapa kode yang sudah dibahas di awal, sebenarnya ada cukup banyak kode lain pada meteran listrik prabayar yang bisa digunakan dengan fungsi yang berbeda-beda. Tentu, dengan mengetahui beragam kode tersebut nantinya Anda bisa melakukan pengaturan pada meteran listrik prabayar tersebut sesuai dengan keinginan Anda.

Adapun beberapa kode yang tersedia untuk meteran listrik prabayar tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • 00: untuk me-restart meteran listrik yang digunakan.
  • 03: untuk mengecek total kwh listrik yang telah dipakai.
  • 07: untuk mengecek batas kwh.
  • 09: untuk menghitung daya listrik yang digunakan.
  • 41: untuk mengecek voltase listrik.
  • 75: untuk mengetahui ID meter PLN prabayar.
  • 79: untuk mengetahui batas kuota minimal alarm.
  • 90: untuk mematikan lampu LED.
  • 78: untuk memeriksa interval alarm dalam menit.
  • 123: untuk mengubah interval alarm.

Nah, dari beberapa poin di atas, bisa dikatakan bahwa ada cukup banyak kode yang bisa digunakan pada meteran listrik prabayar yang bisa digunakan. Tentu, Anda bisa melihat detail kode tersebut bersamaan dengan fungsinya. Selain itu, setelah menekan kode tersebut di papan angka yang tersedia, jangan lupa untuk menekan tombol enter.

Hanya saja, perlu digarisbawahi bahwa bisa jadi kode yang disebutkan di atas berbeda tergantung dari merek meteran listrik yang digunakan. Oleh karenanya, ada baiknya jika Anda mengecek merek meteran yang digunakan dan mencari kode yang tepat sesuai keinginan.

Demikian beberapa ulasan tentang cara mematikan alarm token listrik dan beberapa informasi lainnya tentang listrik prabayar yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.